Sebotol Aqua Tanpa Segel di Bakmi GM

DO NOT ACCEPT IF THE SEAL IS BROKEN. Demikian, tulisan yang tertera hampir di semua segel botol air minum dalam kemasan. Sebotol Aqua yang disajikan oleh staf Bakmi GM di Pasar Fesival, Jakarta pada Sabtu siang 15 Oktober 2011, memang tidak tampak BROKEN atau sobek sedikitpun. Aqua ini tidak ada segelnya.

Aqua tanpa segel di Bakmi GMTeringat pada DO NOT ACCEPT IF THE SEAL IS BROKEN, maka saya meminta Aqua yang masih ada segelnya. Staf Bakmi GM mengatakan bahwa sekarang Aqua memang tanpa segel. Untuk mengurangi sampah, katanya. Saya masih belum percaya dan mengatakan bahwa saya sering beli Aqua dan selalu ada segelnya. Dia menjawab bahwa di Bakmi GM hal ini sudah sejak lama dan menambahkan, meskipun segelnya tidak ada, tutupnya masih rapat.

Jadi, apakah di belakang kalimat DO NOT ACCEPT IF THE SEAL IS BROKEN mungkin perlu ada tambahan BUT IF THE SEAL IS LOST YOU HAVE TO ACCEPT IT ANYWAY..?

Hari Kemenangan atau Hari Kekenyangan?

Banyak orang yang memaknai Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Lalu siapa yang menang? Di posting “Hari Kemenangan Siapa?“, saya menuliskan pendapat Naya Tirambintang, Analis Equity Research Danareksa yang mengatakan bahwa Lebaran adalah hari kemenangan Peritel. Menurut riset, umumnya menjelang Lebaran keuntungan pedagang eceran meningkat secara signifikan hingga 3-6 kali lipat dari biasanya.

Ternyata tidak hanya saya saja yang mempertanyakan anggapan Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Tulisan-tulisan di atas secara serius mempertanyakan anggapan Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Anda dapat membacanya di blog masing-masing penulisnya. Sedangkan saya saat ini tidak sedang dalam mode untuk membuat tulisan yang serius, karena saya tidak merasa dalam kondisi kemenangan, tetapi justru pada kondisi kekenyangan :)

Continue reading

ATM = Anjungan Tunai Membingungkan

Makin banyak bank yang menginginkan supaya nasabahnya memakai Anjungan Tunai Mandiri dari pada bertransakasi di teller. Ada beberapa bank yang mengenakan biaya jika nasabah melakuan transaksi pengambilan uang tunai di teller. Jadi nasabah harus rela antri (mungkin sambil berpanas-panas) di depan ATM alias Antri dibawah Terik Matahari alias Antrian Tanpo Mesem, karena sebagian ATM ada di luar gedung dan di ATM kita memang tidak akan melihat wajah manis dan senyum para teller.06062011(001)

Tanggak 6 Juni 2011 saya akan mengambil uang di ATM Bank Mandiri di Jalan Duren Tiga Jakarta Selatan. Seperti pada foto, di dinding tertulis Rp 50.000 (kanan atas).

Kebetulan saya lebih suka pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000, karena lebih memudahkan yang memberi uang kembalian. Tetapi setelah saya memasukkan kartu ATM, yang tertulis di layar ATM adalah PECAHAN RP 100.000. Wah, antara tulisan di layar dengan di dinding koq bisa beda? Setelah saya tunggu beberapa saat, di layar muncul permintaan maaf bahwa ATM tidak dapat mengeluarkan uang tunai.

Sampai tulisan ini dibuat, saya tidak tahu apakah ATM ini memakai pecahan Rp 50.000 atau pecahan Rp 100.000? Jadi ATM alias Anjungan Tunai Mandiri ini selain pantas disebut Antrian Tanpo Mesem, juga pantas disebut Anjungan Tunai Membingungkan