agus.com

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

Posted in Uncategorized by Agus on September 22, 2009

Mataharinya sama. Bulannya juga sama. Sudah pasti, Yang menciptakan matahari dan bulanpun sama. Tetapi, di wilayah geografis yang sama, penentuan awal dan akhir Ramadhan serta tanggal 1 Syawal ternyata kadang-kadang berbeda.

Syukurlah, kali ini NU dan Muhammadiyah tidak punya perbedaan dalam menetapkan Hari Raya Idul Fitri tanggal 1 Syawal 1430 H. Semoga di tahun-tahun yang akan datang NU, Muhammadiyah dan organisasi muslim lainnya juga tidak punya perbedaan dalam menentukan bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan hari-hari besar Islam lainnya.

Meski, sudah lewat dua hari, ijinkanlah agus.com mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H dan memohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan selalu membimbing kita. Amien!

Tak Ada Layanan Purna Jual Untuk Nokia 2865i

Posted in Uncategorized by Agus on September 11, 2009

Menurut saya, Nokia 2865 adalah ponsel CDMA yang cukup lengkap. Ada blueGraha bima saktitooth, infrared, radio FM, modem, dan lain-lain, kecuali kamera dan external memory. Saya cukup puas memakai ponsel ini. Memang pernah ada masalah dengan radio FM nya, tetapi sudah dapat dibereskan oleh service center Nokia di Gedung Graha Bimasakti, Jalan Warung Buncit Jakarta Selatan. Tanpa biaya, karena masih dalam masa garansi.

Sayang sekali, belum genap setahun saya memakainya, ponsel ini hilang. Sepertinya dicuri. Karena saya terlanjur suka dengan fungsi-fungsi yang ada pada Nokia 2865, saya ingin membeli lagi ponsel type ini. Saya sempat mendatangi gerai OKE Shop dan Global Teleshop, namun ternyata Nokia 2865 sudah tidak tersedia lagi. Kemudian saya mendapat info tentang ponsel ini dari sebuah iklan2865in di forumponsel . Ketika saya tanya tentang garansi, penjual pengatakan bahwa ponsel ini tidak digaransi. Karena sudah terlanjur suka dengan fungsi-fungsinya dan harganya juga jauh lebih murah dari Nokia 2865 yang hilang itu, akhirnya ponsel ini saya beli juga.

Setelah sekitar setahun, saya merasa sepertinya ada masalah pada pengisan batere ponsel ini. Lama-lama, akhirnya batere ponsel ini tidak bisa diisi sama sekali. Kemudian saya bawa ke service center Nokia di Gedung Graha Bimasakti, Jalan Warung Buncit Jakarta Selatan. Saya sadar bahwa ini bukan ponsel yang digaransi, jadi saya sudah siapkan biayanya. Yang penting ponsel ini bisa normal lagi. Setelah manunggu antrian, tibalah giliran saya. Tanpa saya duga petugas service mengatakan bahwa Nokia tidak dapat memperbaiki ponsel saya, karena ponsel saya adalah Nokia 2865i, yang tidak dibuat untuk dipasarkan di Indonesia. Yang dipasarkan di Indonesia adalah Nokia 2865, katanya.

Selama ini saya tidak tahu bahwa ponsel saya adalah Nokia 2865i. Saya juga tidak tahu apa beda antara Nokia 2865 dengan Nokia 2865i. Bentuk dan fungsi-fungsinya sama persis dengan Nokia 2865 yang hilang dulu. Saya tidak mengerti, mengapa Nokia tidak dapat (atau tidak mau?) memperbaiki ponsel saya? Meskipun tidak dibuat untuk dipasarkan di Indonesia, bukankah Nokia 2865i diproduksi oleh Nokia juga? Jadi ujung-ujungnya Nokia juga tetap dapat income dari penjualan Nokia 2865i di Indonesia.

 

Update 25 September 2009: Ternyata ponsel Nokia 2865i saya tidak rusak.

(more…)

Dibantah Setelah Dikritik (Polisi Awasi Dakwah)

Posted in berita by Agus on August 24, 2009

Seandainya dakwah berkait dengan provokasi, dengan melanggar hukum, pasti akan Polisi Awasi Dakwahditindak. …. Polisi akan mengikuti (aktivitas dakwah), akan menempel lebih terbuka dan terus memantau. Kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna, Jumat (21/8/2009)

Pernyataan tersebut juga direspon oleh jajaran kepolisian daerah. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Baharuddin Djafar, hari Minggu (23/8) mengatakan: ”Kita telah memerintahkan seluruh jajaran Polres di Sumut untuk segera melakukan pengamanan dan pengawasan di masjid-masjid pada saat Ramadan,….. kita juga memantau dakwah yang dilakukan di masjid-masjid, apakah dakwah tersebut sifatnya melanggar hukum atau tidak, apabila ditemukan dakwah yang sifatnya melanggar hukum, maka kita akan melakukan tindakan tegas.”

Selang dua hari kemudian, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni, dan Menteri Komunikasi an Informasi M. Nuh, Senin (24/8.09) mengatakan “Hal ini (pengawasan dakwah) tidak pernah dinyatakan oleh siapapun, apalagi saya sebagai Kapolri.” Menurut Kapolri, tidak pernah ada perintah atau kebijakan mengenai pengawasan dakwah atau kegiatan agama. “Tidak pernah ada dan tidak ada perintah.” Pengawasan dakwah, kata dia, merupakan otoritas penuh di Departemen Agama.

(Kapolri menyatakan bantahan di atas setelah berbagai pihak mengkritik rencana itu):

Sepertinya dakwah adalah kegitan terbuka yang bisa dan boleh disimak oleh semua orang, termasuk Polisi. Kalau Polisi mau  mengikuti  dakwah ataupun memantau aktivitas dakwah,  apa salahnya? Tidakkah sangat baik bila para Polisi kemudian menjadi makin religius, dan makin baik ahlak dan budi pekertinya karena sering mengikuti  dakwah? Hanya saja, keinginan ini tidak harus dinyatakan dengan nada seperti  “mengancam”.

Apa Hebatnya Teroris?

Posted in berita by Agus on August 16, 2009

Apa hebatnya pelaku teror bom selama ini? Apa hebatnya meledakkan cafe, hotel, restoran, tempat ibadah dan emperan keducctv bom Ritz marriot taan besar di masa damai dengan cara (konon) bom bunuh diri? Tidak ada apa-apanya dibanding dengan tindakan Moh. Toha yang meledakkan gudang mesiu di Bandung Selatan pada masa perang kemerdekaan. Tidak ada apa-apanya dibanding dengan jibaku pilot-pilot Kamikaze Jepang di masa perang Pasifik.

Dari keterangan Polri, mereka merencanakan meledakkan bom di istana negara dan iringan kendaraan presiden. Kalau itu benar, mungkin mereka ingin membantah anggapan sebagai pengecut yang hanya berani merusak tempat umum dan membunuh warga sipil. Tetapi rencana ini sungguh teralu ambisius dan nekat. Cuma punya “jam terbang” meledakkan tempat-tempat yang hanya dijaga Satpam koq mau membom sasaran yang dikawal Pasukan Pengaman Presiden? Pertanyaan lain, kalau memang punya rencana mau membunuh Presiden, mengapa bikin ribut dengan membom Hotel? Akibatnya malah ketahuan dan ketangkap. Jadi dari segi strategi dan taktik mereka tidak layak di sebut hebat. (Satrio Arismunandar membuat tulisan menarik tentang: Benarkah Ada Rencana Teroris Membunuh Presiden SBY ?)

Secara teknispun “karya” mereka jauh dari hebat. Hampir dalam semua peristiwa bom selalu ada korban yang konon si pembawa bom. Kalau teknik mereka canggih tentu tidak perlu ada korban dari pihak pelaku bom.

Saya tidak percaya bahwa sang perencana bom sangat pandai mempengaruhi pikiran calon pembawa bom sehingga mau melakukan bom bunuh diri. Saya juga tidak percaya bahwa si pembawa bom melakukan bunuh diri dengan tujuan jihad dan mati syahid. (saya tidak suka memakai kata-kata ini. Jihad dan syahid terlalu mulia untuk disandingkan dengan kata teroris). Di negeri ini apa susahnya menemukan orang yang mau mengantarkan barang titipan (tanpa memberi tahu isinya), kemudian mengaturnya agar meledak di tempat tujuan bersama si pembawa? Kalau begitu mudah, buat apa repot-repot mengindoktrinasi seseorang untuk melakukan bom bunuh diri dengan iming-iming jihad dan mati syahid?

(more…)

Indosat Ganti Direksi

Posted in berita, investasi by Agus on June 11, 2009

RUPS tahunan dan Luar Biasa Indosat berlangsung tadi siang 11 Juni 2009. Sepertinya ini RUPS yang pertama sejak QTel menggantikan ST Telemedia sebagai pemilik saham mayoritas Indosat.

Dibanding tahun sebelumnya, Indosat mengalami penurunan Laba bersih. Dari sumber tidak resmi, dikabaRUPS ISATrkan ada kekhawatiran bahwa Indosat tidak dapat mempertahankan posisinya diperingkat ke 2 pada insustri seluler di Indonesia.

Rapat memutuskan pergantian Direktur Utama, sejumlah Direksi, dan Komisaris, dan juga perubahan Anggaran Dasar dan pembagian deviden Rp 172.85/saham

Direksi baru Indosat hasil RUPS 11 Juni 2009 adalah:

  • Harry Sasongko Tirtotjondro (Direktur Utama)
  • Peter Wladyslaw Kuncewicz
  • Kaizad Bomi Heerjee
  • Stephen Edward Hobb
  • Fadzri Sentosa

RUPS ISAT 2

Manohara Pinot vs Prita Mulyasari.

Posted in berita by Agus on June 8, 2009

Hampir semua media bulan ini memberitakan Manohara Odelia Pinot dan Prita Mulyasari. Seminggu yang lalu, seingat saya hampir semua teman saya pernah membaca atau mendengar berita tentang Manohara Odelia Pinot, tetapi belum banyak yang pernah membaca atau mendengar berita mengenai Prita Mulyasari. Ini termasuk mereka yang sering menyaksikan acara Infotainment di TV. Tampaknya berita tentang Manmanohara pritaohara Odelia Pinot jauh lebih “laku dijual” dari pada berita Prita Mulyasari.

Di jagat maya, hasil Google trends juga menunjukkan hal serupa. Apakah masyarakat kita lebih peduli pada kekerasan dalam rumah tangga dari pada tentang perlindungan hak-hak konsumen?

Ada Apa Dengan Prita Mulyasari?

Posted in Uncategorized by Agus on June 2, 2009

pemiluSaya ketinggalan berita. Baru tadi siang saya baca tentang Ibu Prita Mulyasari yang ditahan setelah kalah berperkara dengan RS Omni. Menurut berita, perkara itu berawal dari keluhan Ibu Prita Mulyasari di Suara Pembaca Detik.com (baca di sini ). Ternyata tidak hanya menulis di blog yang bisa mengantar kita ke penjara. Tulisan di media masa yang berupa keluhan konsumenpun bisa mengantar kita ke rumah tahanan.

Sebagai konsumen yang juga sering merasa tidak puas dan mengeluh dengan berbagai cara termasuk menulis di blog (misalnya ini dan ini) saya merasa simpati dengan Ibu Prita Mulyasari.Saya masih terus bertanya-tanya, Mengapa keluhan konsumen bisa menjadi perkara pencemaran nama baik? Andai Ibu Prita Mulyasari menulis di media cetak bukan elektronik, apakah beliau juga akan terjerat pasal yang menakutkan ini? Andai yang ditulis oleh Ibu Prita Mulyasari di Suara Pembaca Detik.com adalah benar dan samapai menimbulkan korban, apakah perangkat hukum kita dapat menjangkau pelakunya? Kalau keluhan konsumen bisa dianggap pencemaran nama baik, lantas kemana kita sebagai konsumen mengadu? …. Dan pertanyaan bodoh… mengapa Ibu Prita Mulyasari sampai kalah berperkara dengan RS Omni?

Memancing, eh Berenang Di Kolam Keruh

Posted in Uncategorized by Agus on April 26, 2009

Minggu sore, 27 April 2009 saya berenang di Cilandak Sport Center, yang terletak di belakang CITOS. Saya cukup sering berenang di sini sejak CITOS belum berdiri. Memang pernah absen cukup lama, tetapi sejak awal 2009 ini saya mulai “memaksa diri” berenang lagi.

Setahu saya, selama ini kolam renang Cilandak Sport Center airnya selalu jernih. Inilah yang membuat saya suka berenang di sini, meskipun agak jauh dari rumah. Tetapi sore itu saya kecewa, karena air kolam lebih keruh dari biasanya. Memang siang tadi hujan lebat, tetapi saya pikir bukan itu penyebab keruhnya air kolam renang. Sebelumnya saya juga pernah berenang di sini setelah hujan lebat, dan tidak ada perubahan pada kejernihan air kolam renang cilandakkolam.

Di dekat pintu ruang ganti ada papan white board yang menyebutkan kondisi air kolam renang. Saya baca di situ ada tabel, antara lain tertulis Cl: 3.0 dan pH: 7.6. Pada baris terakhir tertulis: BAIK. Padahal pada tabel itu juga dicantumkan bahwa kandungan Cl yang diharapkan adalah antara 1.0 s/d 1.5 dan pH antara 7.2 s/d 7.6. Jadi kandungan Cl sudah jauh melebihi batas, dan pH sudah pada batas tertinggi. Bagaimana mungkin disebut BAIK?

 

 

Pemilu Legislatif 2009 :Pemilu Yang Keliru Waktu

Posted in politik by Agus on April 10, 2009

pilih siapa ya Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 9 April 2009 lebih rendah dari Pemilu-Pemilu sebelumnya. Di sebuah TPS di Menteng, Jakarta Pusat diberitakan bahwa yang datang hanya 53% dari pemilih terdaftar. TPS tersebut mendapat liputan media masa karena seorang tokoh partai politik besar yang juga pejabat tinggi negara memberikan suaranya di TPS itu. Di TPS saya, di sebuah komplek perumahan di Jakarta Selatan, dari lebih dari 350 pemilih terdaftar, hanya 169 pemilih yang datang ke TPS. Saat berlangsung pemungutan suara, dari komplek perumahan yang bersebelahan dengan perumahan saya sering terdengar suara dari loud speaker memanggil-manggil warganya untuk datang ke TPS. Seolah menandakan bahwa TPS sepi pemilih. pilih siapa ya 1
Banyaknya warga yang tidak tercatatnya dalam DPT dianggap penyebab rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Sebab lain adalah rumitnya cara pemungutan suara pada Pemilu 2009. Namun banyak juga yang seolah menghibur diri dengan alasan di negara-negara lain tingkat partisipasi rata-rata hanya 60%.
Selain masalah DPT dan tata cara pemungutan suara, ada hal lain yang bisa jadi penyebab turunnya tingkat partisipasi pemilih.

(more…)

Saatnya Mengurangi Jumlah Partai Politik

Posted in politik by Agus on April 1, 2009

pemiluTidak sedikit yang tidak tahu berapa jumlah Partai Politik yang ikut Pemilu 2009. Sepertinya ini menunjukkan, jumlah partai politik saat ini sudah terlalu banyak. Dengan banyaknya jumlah partai politik, sangat mungkin suara pemilih akan tersebar sehingga tak ada satu partai politik yang akan menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan jumah suara yang dominan. Karena itu, menjelang hari pemilihan 9 April 2009 tidak tampak ada satu Partaipun yang merasa cukup percaya diri untuk tidak berkoalisi dengan partai lain.

Calon pemilih juga mengkhawatirkan jumlah parpol yang makin banyak pada Pemilu 2009 ini (Pemilu tahun 2004 diikuti oleh 24 Parpol saja). Sebuah komentar di Kompas Forum mengeluh : "Aduh tambah banyak parpol, tambah banyak juga duit rakyat buat di pake dana kampanye….Sial bener tuh politikus musiman …" Sementara itu ada yang menganggap, sebagian partai politik peserta pemilu hanyalah opportunis yang tidak benar-benar ingin menyuarakan aspirasi suatu kelompok, ataupun mempunyai platform yang jelas, tetapi hanya ingin mengambil kesempatan mendapat bagian dana pemilu yang sudah dianggarkan negara.

Komentar lain di Kompas Forum mengatakan: "Jumlah partai tidak perlu dibatasi karena namanya kan demokrasi, tapi yang bisa ikut pemilu sebaiknya dibatasi, yang memenuhi syarat2 tertentu saja yang boleh ikut pemilu, parpol2 kecil jadinya harus bergabung dengan partai2 lainnya. Sehingga peserta pemilu idealnya hanya beberapa parpol besar saja, memudahkan semua pihak dan lebih menghemat biaya". Jumlah partai yang sedikit memudahkan pemilih memutuskan kepada siapa amanahnya akan dititipkan. Namanya ’khan pesta demokrasi, seharusnya rakyat pemilih dibuat mudah.Tetapi hal ini secara teknis sukar dilaksanakan, kecuali Partai partai kecil memang "tahu diri" dan tidak mengklaim/mengaku-ngaku mempunyai basis massa fanatik sekian puluh juta orang.

Pendapat lain adalah agar partai-partai sudah melakukan koalisi sebelum pemilihan legislatif diselenggarakan. Yang mendukung ide ini antara lain adalah Yusril Ihza Mahendra [1] dan Akbar Tanjung [2]. Dangan mengetahui peta koalisi parpol, jumlah alternatif partai yang akan dipilih dapat dikelompokkan sesuai koalisinya. Tentu lebih mudah memilih satu dari lima kelompok parpol dari pada dari 34 partai. Tetapi, dalam kenyataannya meskipun, hari pemungutan suara 9 April 2009 semakin dekat, belum ada partai yang mengumumkan secara resmi pasangan koalisinya. Partai-partai politik ingin menunggu hasil pemilu legislatif untuk menentuikan partai pasangan koalisinya. Memperkirakan peta koalisi berdasarkan kemiripan patform dan ideologi partai sepertinya tidak mudah dilakukan. Konon, koalisi partai politik lebih merupakan koalisi pragmatis karena lebih pada hitung-hitungan perolehan suara calon pasangan koalisi. Bukan karena kedekatan platform atau ideologi.

Berapa jumlah Partai Politik yang "pas" untuk Indonesia? Jika dilihat dari hasil Pemilu 1999, yang lolos electoral threshold hanya 6 parpol dari 48 parpol peserta Pemilu. Pada Pemilu 2004 yang lolos electoral threshold hanya 7 parpol dari 24 parpol peserta Pemilu..[3] Seharusnya ini menjadi indikasi bahwa idealnya jumlah partai politik di Indonesia tidak lebih dari 7 Partai saja. Bagaimana cara menurunkan jumlah parpol yang sekarang 34 partai menjadi 7 partai saja? Tanpa bermaksud mengurangi "hak demokrasi", seharusnya persyaratan mendirikan partai diperketat. Syarat pendirian papol yang ketat dan hasil elektoral treshold seharusnya menjadi "seleksi alam". Kemudian, persyaratan yang ketat, selain mencegah "politikus musiman" juga sedikit banyak mencegah perpecahan di tubuh partai, karena yang berniat memisahkan diri dan mendirikan partai baru akan berpikir berkali-kali.

Sumber:

  1. http://mediaindonesia.com/read/2009/03/03/65800/3/1/Koalisi_Partai_Sebaiknya_Dibentuk_Sebelum_Pemilu
  2. http://www.bangakbar.com/news/1/tahun/2009/bulan/02/tanggal/13/id/856/
  3. http://rudidoko.blogspot.com/2008/07/mencari-garis-pembatas-jumlah-partai.html