agus.com

Gurita Cikeas Ternyata Sudah Tidak Ada

December 28, 2009 · Leave a Comment

Pihak presiGurita Cikeasden SBY mangatakan bahwa priharin fakta-fakta yang ditulis dalam buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century tulisan George Junus Aditjondro sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Sebaliknya, Aditjondro membantah tudingan yang mengatakan buku itu ditulis tidak berdasar fakta-fakta[1]. Bahkan Aditjondro menantang SBY berdebat jika buku ‘Gurita Cikeas’ tersebut itu dipermasalahkan.[2]

Hari Minggu 27 Desemeber 2009 lalu, saya sedang mencari buku Kumpulan Cerpen di Gramedia Pondok Indah Mall. Lalu saya teringat seputar kontroversi buku ‘Gurita Cikeas’. Karena itu saya mencari buku tersebut di sejumlah rak di toko buku ini. Tetapi ternyata buku itu tidak ada. Konon Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” hanya bertahan beberapa jam di toko-toko buku, karena ada instruksi menarik semua buku tersebut [3]. Tetapi Aditjondro mengaku tidak khawatir. Dia justru berencana menggelar acara bedah buku, mengupas Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” [4].

Katanya, belum ada larangan dari Kejaksaan Agung mengenai peredaran buku ini. Lalu mengapa buku ini seperti menghilang? Apakah penarikan ini dilakukan oleh pihak-pihak yang khawatir dengan isi buku ini? Ataukah penarikan buku ini merupakan taktik dagang dari penerbit dan penjualnya?

Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: buku · politik

Selamat Hari Ibu

December 22, 2009 · Leave a Comment

Saya tahu bahwa 22 Desember adalah Hari Ibu, tetapi anehnya saya masih sering mengira bahwa tanggal 22 Desember tersebut adalah tanggal kelahiran Dewi Sartika. Sepertinya saya terpengaruh menganalogikan Hari Ibu dengan Hari Kartini, karena tanggal kelahiran Kartini, 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Padahal pahlawan nasional Dewi Sartika dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1884. Sedangkan tanggal 22 Desember yang ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah peringatan Konggres Perempuan Indonesia Pertama di Yogyakarta, tahun 1928.

Selamat Hari Ibu..!

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Meninggalkan Seratus Perusahaan Demi Satu PLN

December 22, 2009 · Leave a Comment

“Kalau ditanya siap atau tidak saya siap, tapi saya tidak tahu. Namun saya lebih suka tidak dipilih atau tidak jadi Dirut, karena saya akan kehilangan perusahaan-perusahaan saya, ada 100 lebih tuh,” Demikian kata Dahlan Iskan, yang hari ini akan memimpin PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Dari pernyataan Dahlan Iskan yang seolah setengah terpaksa menerima tanggung jawab memimpin PLN, tersirat seolah pemerintah sangat menaruh harapan besar pada Dahlan Iskan.

Masuknya pemimpin baru dari luar perusahaan memang sering kali diiringi berbagai harapan. Antara lain adalah perspektif baru yang berbeda, tidak ada beban masa lalu sehingga dapat bersikap lugas dan menjalankan eksekusi lebih cepat. Sejumlah BUMN memang mengalami perbaikan setelah dipimpin oleh orang dari luar BUMN, yang bahkan dari industri yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Garuda Indonesia, yang dipimpin oleh Emirsyah Satar yang berasal dari indusri keuangan. Contoh lain adalah Cacuk Sudaryanto, yang bukan dari kalangan Telkom tetapi sukses melakukan transformasi di Telkom.

Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: energi · investasi