Skip to content

Lika Liku Mendapatkan Ganti Token PIN Internet Banking Mandiri

February 17, 2009

tokenRupanya Bank Mandiri ingin agar nasabah sedapat mungkin memakai ATM dan tidak bertransakasi di teller. Karena itu Bank ini mewajibkan nasabahnya memiliki kartu ATM dan wajib menggunakan kartu ATM meskipun bertransaksi di teller. Saya mencoba maklum, bayangkan beban kerja teller dan antrian panjang nasabah jika semuanya lewat Teller. Ketika Bank Mandiri mengoperasikan internet Banking, saya makin terbawa mengikuti cara transakasi yang "high tech" tetapi "low human touch" ini.

Token Rusak
Tanggal 20 Januari 2009 saya dapati layar Token PIN saya tidak bisa menampilkan angka atau huruf apapun. Token PIN Mandiri adalah suatu pengaman tambahan dalam bertransaksi di Internet Banking Mandiri. Fungsinya mengeluarkan dinamyc password untuk tiap satu kali transaksi. Tanpa Token PIN, kita hanya dapat melihat isi saldo tetapi tidak bisa transaksi (transfer, beli tiket, bayar tagihan dan lain-lain).

Antri dan "diserobot"
Besoknya 21 Januari 2009, saya datang ke kantor cabang yang mengelola rekening saya di Warung Buncit Jakarta selatan. Setelah menunggu bertemu CSO selama hampir 3/4 jam, nomor antrian saya tampil di layar. Tetapi…. begitu saya mendekat, nomor sudah berganti dan kursi di depan CSO sudah ditempati oleh seseorang yang seharusnya antri setelah giliran saya. Rupanya CSO keliru menekan tombol. Setelah dengan terpaksa harus menunggu lagi, tiba juga giliran saya. Setelah memeriksa Token, CSO mengatakan bahwa token rusak dan harus diganti. Tetapi Cabang Warung Buncit sedang tidak mempunyai persediaan, dan tidak mengetahui kapan token tersedia. CSO menyarankan agar saya ke kantor pusat di Plasa Mandiri. Masalahnya, lokasi saya jauh dari Plasa Mandiri. CSO mengatakan akan menghubungi saya via telepon kalau Token telah ada dalam minggu ini, dan mengatakan tidak bisa menelpon kalau Token baru datang sebulan kemudian. "Wah… naga-naganya bakal lama nih…". pikir saya.

Menunggu Godot
Saya kecewa karena tidak mendapat kepastian kapan akan mendapatkan Token. Saya juga agak kesal karena antrian saya "diserobot" padahal saya telah menunggu 3/4 jam. Karena itu saya mengirim email ke "Customer Care" <customer.care@bankmandiri.co.id> dengan harapan mendapatkan solusi atau sekurangnya kepastian waktu untuk memperoleh Token. Tetapi jawabannya hanyalah:

……… perkenankan kami untuk memohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami berkaitan dengan persediaan Token PIN Mandiri…………Kami sangat menghargai email Bapak dan dapat kami informasikan untuk pendistribusian Token PIN Mandiri sedang kami lakukan secara bertahap ke seluruh kantor Cabang Bank Mandiri termasuk cabang Warung Buncit. …………………..

Setelah lebih dari seminggu berlalu, tak ada kabar, 29 Januari 2009, saya menelpon Mandiri Warung Buncit untuk menanyakan mengenai Token PIN. Jawaban yang diberikan adalah, bahwa Cabang Warung Buncit belum mendapat kiriman Token PIN. waktu saya tanyakan kapan token tersedia, dijawab tidak tahu.
Tanggal 3 Februari 2009, kembali saya menanyakan via telpon ke Mandiri Warung Buncit. Jawabannya tidak berbeda, Yaitu, cabang Warung Buncit belum mendapat kiriman Token PIN, dan tidak mengetahui kapan token tersedia.

Dari Cabang ke Cabang
Saya coba menanyakan kepada Call Center di 14000. Saya disarankan menghubungi cabang yang lain. Diantaranya adalah cabang Mandiri di kantor Aneka Tambang, Tanjung Barat dan Cabang Imigrasi Jakarta Selatan. Ternyata di kedua cabang tersebut juga tidak mempunyai persediaan Token. Mereka menyarankan saya untuk menghubungi cabang Fatmawati. Segera saya menelpon Mandiri cabang Fatmawati. Ibu Rika yang menerima telepon saya mengatakan bahwa Token ada dan saya dipersilahkan datang. Sayang waktu sudah hampir jam 15.00. Saya memutuskan untuk datang ke Cabang Fatmawati besok.
Besok harinya,4 Februari 2009, saya menelpon kembali Mandiri Cabang Fatmawati untuk konfirmasi dan mendapat jawaban dari Ibu Desy bahwa Token ada. Setelah makan siang saya berangkat ke Fatmawati.

Bank Mandiri Yang Mana?
Di luar dugaan saya, ternyata sekurangnya ada tiga kantor Bank Mandiri di Jalan Fatmawati. Satpam Bank Mandiri yang di dekat Pasar Cipete mengatakan tidak ada yang namanya Ibu Rika ataupun Ibu Desy. Dia mengatakan ada Bank Mandiri lain di dekat "de Best". Di sebuah Ruko sebelum "de Best" memang ada Bank Mandiri berdampingan dengan beberapa Bank lain, diantaranya Bank Muamalat Indonesia, tetapi di sini juga tidak ada yang bernama Ibu Rika ataupun Ibu Desy. Saya diberitahu bahwa ada Bank Mandiri lagi di dekat RS Setia Mitra.
Saya tiba di Bank Mandiri di dekat RS Setia Mitra. Waktu sudah jam 15.30 (jam tutup kantor bank Mandiri adalah jam 15:00). Untunglah Ibu Desy menerima kedatangan saya dengan ramah dan mempersilakan saya bertemu CSO Pak Irwan. Tanpa prosedur yang rumit, saya telah mendapatkan Token PIN kembali dan tidak dikenakan biaya.

Cabang Lain Lebih Ramah?
Saya merasa aneh, cabang Mandiri di Aneka Tambang, Cabang Imigrasi Jakarta Selatan, dan Cabang Fatmawati lebih informatif dan lebih ramah dibandingkan dengan cabang Warung Buncit dalam menanggapi masalah saya, padahal saya bukan nasabah mereka.

Advertisements
20 Comments leave one →
  1. April 14, 2009 2:46 pm

    Penuh perjuangan ngedapatinnya yah.. dirawat baik-baik he..he

  2. April 16, 2009 5:04 pm

    @ranyliq: Memang penuh perjuangan. Terpaksa, dari pada antri di teller atau di ATM.
    Soal perawatan, mestinya Token nggak perlu perawatan, khan?

  3. aies permalink
    July 17, 2009 1:19 pm

    hati-hati loh bos ngeluh di internet ntar malah kayak prita??

  4. July 23, 2009 9:40 am

    @aies: Betul juga. Kayaknya mesti ada yng bikin posting “Tip & Trik Cara Aman Mengeluh di Internet”. 🙂

  5. prita permalink
    March 3, 2011 3:43 am

    kasusny sma punyaku jg token pin ga nyala sm sekali, tp kok tuker kena biaya 100ribu ya?udh complain eh dibilangnya mreka ga tw rusak krn apa, katanya yg gratis kalo rusak sistem klo rusak krn kelalaian pengguna bayar,sedangkan CSRnya ja ga tau rusak knp

  6. March 4, 2011 3:16 pm

    @Prita: Seharusnya Mbak Prita berhak dapat ganti Token tanpa biaya. Bank Mandiri telah bertindak sewenang-wenang karena mengenakan biaya 100 rb untuk kerusakan token yang tidak terbukti disebabkan oleh nasabah.
    Saran saya, Mbak Prita tulis masalah ini ke surat pembaca di harian nasional.
    Salam

    • susi permalink
      February 21, 2014 7:50 am

      seperti yang mbak prita alami, saya juga diminta supaya membayar 100 rb untuk mengganti token yang katanya rusak karena kesalahan nasabah “sering kepencet”?

    • February 22, 2014 7:46 am

      @ susi : Token rusak karena “sering kepencet”? Lucu sekali, karena token memang diciptakan untuk sering dipencet. Jadi ini seharusnya bukan kesalahan Susi sebagi nasabah.
      Saran saya untuk Susi, sama dengan saran saya untuk Mbak Prita: tulis masalah ini ke surat pembaca di harian nasional.
      Salam

  7. August 5, 2011 5:42 am

    saya pun mengalami hal yang sama dengan anda…. posisi saya di area krawang… sudah bebeapa kantor bank mandiri sudah saya datangi,akan tetapi saya mendapatkan jawaban yang sama dengan anda.. apakah yang terjadi dengan bank mandiri ini…? anda sedikit beruntung lah sudah mendapatkan TOKEN itu… saya sudah lama dan pesimis bisa mendapatkan TOKEN itu… whats gongon with bank mandiri… apakah internet banking hanya sebagai embel embel saja atau kah hanya fitur yang di adakan hanya untuk mengimbangi bank bank yang lain sih… mungkin jawabannya ada di dirut bank mandir yach… pelayannan sudah memuaskan akan tetapi untuk membuat maju pola fikir para nasabah dan memperkecil kriminalisasi penncurian,bank mandiri tidak mendukungnya…
    dengan gamblang aku katakan BANK MANDIRI TIDAK MENDUKUNG NASABAHNYA SMART. sama saja tidak mendukung pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat…

    • August 7, 2011 9:21 am

      internet Banking adalah salah satu cara mengurangi beban kerja teller dan antrian panjang nasabah. Jadi seharusnya Bank Mandiri mengutamakan pelayanan kepada Nasabah yang memerlukan Token.
      Saran saya, Aa Cmenk menelpon cabang2 Bank Mandiri. Tidak usah ragu-ragu meskipun bukan nasabah Cabang tersebut. Menurut pengalaman saya Cabang2 Mandiri akan melayani dengan baik atau memberitahu cabang lain yang punya Token. Sedangkan Call Center (14000) dan customer.care@bankmandiri.co.id sepertinya tidak bisa diharapkan memberitahu cabang mana yang punya Token.
      Salam

  8. August 19, 2011 11:42 am

    untuk pertama pengambilan token gratis atau berbayar??(waktu registrasi itu loh)

    • August 19, 2011 2:42 pm

      Bayar, Mas. Tapi saya tidak ingat berapa.
      Salam

  9. March 9, 2012 12:43 pm

    pengalaman sy sangat mudah untuk dapetin Token di daerah Mataram NTB, cuma bayar 20 rb pas registrasi aja token langsung bawa pulang….

    • March 11, 2012 6:45 am

      @Koeswoyo Aremania : Syukur Alhamdulillah. Berarti pelayanan Bank Mandiri sudah makin baik.
      Salam

  10. abah ananx permalink
    October 21, 2012 7:44 am

    sebagai sesama konsumen, klo hal mudah kita dipersulit.. Langsung aja ke YLKI terdekat….

    • November 30, 2012 5:27 am

      @ abah ananx: Setuju, Pak. Melapor ke YLKI bisa jadi satu alternatif, kalau upaya melalui Call Center dan Customer Care tidak mendapat respon yang semestinya

  11. May 15, 2014 11:46 am

    Way cool! Some very valid points! I appreciate you
    pwnning this write-up and also the rest of the site is also very good.

  12. Arstica permalink
    June 29, 2015 5:00 am

    Disarankan anda memakai CIMB Niaga saja, internet banking nya tdk memerlukan token.
    No. Kode (mPIN) dikirim ke no.hp kita.
    Jadi tdk perlu repot2 memelihara token Bank Mandiri beserta baterainya yg sungguh mengecewakan.

    • July 2, 2015 3:15 pm

      @ Arstica : Oh, CIMB Niaga tanpa token, ya? Satu alternatif yang bagus juga. Tadinya saya kira semua internet banking pakai token.

Trackbacks

  1. Ada Apa Dengan Prita Mulyasari? « agus.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: