Skip to content

SPG, UNICEF, MasterCard, dan Visa

January 20, 2010

“Anak-Anak Indonesia Butuh Bantuan Anda Hari Ini”. Kaliunicef logomat ini tertulis di bagian punggung pakaian perempuan-perempuan muda di tepi jalan di depan Plasa Blok M, Sabtu, 16 Januari 2010. Pada pakaian mereka juga tertulis “UNICEF”. Seorang dari mereka menghampiri saya, memperkenalkan namanya, kemudian menjelaskan beberapa masalah yang dihadapi anak-anak Indonesia.

Banyak anak-anak Indonesia yang meninggal dunia karena tidak memperoleh vaksinasi. Banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat menikmati pendidikan. Demikian antara lain dia menjelaskan sambil menunjukkan foto-foto pada semacam brosur. Dia juga menyebutkan bahwa diperlukan biaya sekian milyar rupiah untuk mengatasi masalah ini.

“Kami tidak menerima donasi berupa uang tunai. Uang tunai nanti bisa menyimpang ke kiri atau ke kanan. Untuk ikut membantu mereka, Bapak dapat memberikan donasi yang didebet setiap bulan dari kartu kredit MasterCard dan Visa.” katanya. Saya terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa saya tidak punya kartu kredit MasterCard dan Visa. Bukan saya tidak mau ikut membantu anak-anak Indonesia, saya tidak cukup percaya diri untuk memberikan nomor kartu kredit.

Saya tidak yakin cara menghimpun dana seperti ini cukup efektif. Jika saya tidak membaca tulisan “UNICEF” di pakaian mereka, saya akan mengira mereka adalah para SPG (Sales Promotion Girl) yang menawarkan suatu produk. Meskipun pada umumnya para SPG adalah wanita-wanita berpenampilan menarik, saya selalu menghindar dari mereka. Mengapa? Karena saya jarang membeli, saya merasa tidak enak kalau para SPG tersebut telah berbicara panjang lebar, kemudian akhirnya saya tidak beli. Sepertinya bukan hanya saya. Saya lihat beberapa orang juga memberi isyarat menolak. Mungkin mereka juga mengira para pengimpun dana UNICEF ini adalah SPG-SPG yang akan merayu kita untuk membeli sesuatu.

Kemudian, mengapa memilih tempat di tepi jalan? Apakah tidak lebih baik di dalam Plasa Blok M saja? Kalau di pinggir jalan, tentu tidak salah kalau saya mempertanyakan, ini dari UNICEF asli atau bukan?

Saya setuju bahwa, anak-Anak Indonesia memerlukan bantuan kita. Karena itu, saya usaha UNICEF memang perlu dibantu. Namun tentu ada cara menghimpun dana yang tidak menimbulkan reluktansi. Saya ingat, dulu UNICEF menghimpun donasi melalui penjualan kartu ucapan. Dulu saya suka mengirim ucapan dengan kartu UNICEF. Menurut saya, disain kartunya cukup bagus. Sayang, sekarang kita lebih sering mengirim ucapan melalui SMS, email atau jejaring sosial semacam Facebook. Tetapi saya ingat ada sebuah hypermarket yang menawarkan pembulatan uang kembalian untuk kita sumbangkan kepada Palang Merah Indonesia. Mungkin ini bisa ditiru oleh UNICEF.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: