Skip to content

Mengurus Surat Keterangan Kehilangan Di Kantor Polisi

July 19, 2013

Awal bulan ini saya kehilangan Token PIN (alat untuk transaksi di Internet Banking). Sewaktu saya akan mengajukan permintaan Token PIN yang baru, CS Bank Mandiri mengatakan bahwa saya harus memberikan surat keterangan kehilangan dari Polisi. Sebetulnya saya malas melapor kehilangan ini ke Polisi. Saya yakin Token PIN itu bukan dicuri, tetapi terjatuh dan hilang. Jadi saya pikir tidak relevan untuk dilaporkan ke Polisi. Tetapi kata CS Bank Mandiri, prosedurnya memang demikian. Terpaksalah saya ke Polres Jakarta Selatan untuk minta surat keterangan kehilangan.

Beberapa tahun yg lalu, saya pernah ke ke Polres Jakarta Selatan sewaktu dompet saya dicopet, dan saya perlu surat keterangan kehilangan karena KTP saya ikut dibawa copet. Seingat saya waktu itu saya dilayani oleh bintara Polisi berpakaian seragam, tempatnya di ruang setengah terbuka, mirip pos jaga, di luar gedung kantor Polres. Tetapi sekarang berbeda, tempatnya di dalam gedung kantor Polres, dan petugas-petugasnya tidak berseragam.

Waktu saya datang, saya lihat semua petugas sedang melayani para pelapor. Jadi saya duduk di sebuah sofa menunggu giliran. Di deretan sofa tempat menunggu itu juga duduk seorang Polwan berpangkat setingkat Kapten (saya hafal tanda-tanda pangkat TNi, tapi tidak hafal tanda-tanda pangkat Polri). Saya mengira Ibu Kapten Polisi ini juga sedang menunggu giliran untuk melapor kehilangan. Sekitar lima menit kemudian, seorang petugas memanggil saya. Saya sedikit heran, mengapa saya dipanggil duluan, padahal si Ibu Kapten Polisi datang lebih dulu dari saya.

Petugas menanyakan keperluan saya. Saya jelaskan mengenai hilangnya Token PIN. Petugas menanyakan dan lalu mencatat Kartu identitas / KTP saya. Petugas kemudian menanyakan nomor Token PIN yang hilang. Sepertinya Petugas ini mengira Token PIN adalah semacam kartu ATM. Untunglah saya membawa buku petunjuk penggunaan Token PIN yang ada gambarnya. Jadi saya bisa menjelaskannya. Saya juga menunjukkan Buku Tabungan untuk meyakinkan bahwa saya pemilik Token PIN itu. Sesudah surat keterangan kehilangan dicetak, saya diminta menandatanganinya. Kemudian petugas tsb. mendatangi si Ibu Kapten Polisi dan membawa surat keterangan kehilangan itu. Saya lihat si Ibu Kapten Polisi menandatangani surat tsb. Oh, jadi ternyata si Ibu Kapten Polisi ini adalah kepala bagian yang menangani pengaduan/laporan. Tapi kenapa, ya , duduknya di sofa tempat pelapor menunggu? Saya sampai mengira dia sedang menunggu giliran untuk melapor kehilangan juga.

Untuk Anda yang perlu ke kantor Polisi untuk melapor kehilangan saya sarankan:

  • Membawa Kartu identitas / KTP, karena Petugas akan membuat surat keterangan berdasarkan Kartu identitas. Bagaimana kalau yang hilang KTP? Bawalah foto copynya dan Kartu identitas lain / SIM/ ID Card Kantor, begitu juga sebaliknya.
  • Datanglah pada Jam kerja. Lebih awal, lebih baik.
  • Kalau kehilangan Token PIN seperti saya, bawalah Buku Tabungan untuk meyakinkan bahwa Anda pemilik Token PIN itu. Begitu juga kalau kehilangan kartu ATM.
  • Sesudah surat keterangan kehilangan dicetak, bacalah dengan teliti sebelum menandatanganinya. Contoh, di surat keterangan kehilangan saya ditulis “Kartu Token PIN Mandiri”. Sepertinya waktu mengetik petugas ini masih membayangkan Token PIN bentuknya seperti kartu ATM
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: