Skip to content

Terima kasih Petugas Check In Desk Batik Air

May 5, 2016

Rabu, 13 April 2014, saya pergi ke Semarang. Penerbangan saya, Batik Air, ID 6352 dijadwalkan berangkat jam 19:50 WIB dari Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta. Saya berangkat dari kantor saya di Blok M , Jakarta Selatan, sekitar jam 17:30. Saya pikir, masih cukup waktu untuk sampai di Bandara.
Seperti biasa, setelah melewati Jalan Sudirman, kendaraan yang saya naiki akan masuk jalan Tol di dekat Semanggi. Tetapi sore itu, laju kendaraan menuju pintu Tol serasa seperti merayap. Kemudian terjadilah hal yang saya khawatirkan. Beberapa kendaraan , termasuk kendaraan yang saya naiki diarahkan keluar dari antrian. Kami terpaksa “merayap” di Jalan Gatot Subroto menuju pintu Tol Slipi. Waktu untuk mencapai pintu Tol Slipi terasa sangat lama. Saya khawatir akan terlambat sampai di Bandara Soekarno Hatta. Saya sampai tidak berani melihat jam, karena akan membuat saya makin khawatir.
Setelah masuk pintu Tol Slipi, sampai ke Bandara Soekarno Hatta jalan cukup lancar, tetapi waktu sudah banyak dihabiskan sewaktu antri di depan pintu Tol Semanggi dan kemudian “merayap ” untuk mencapai pintu Tol Slipi.
Saya sampai di Terminal 1 C Bendara Soekarno Hatta sekitar jam 19:30. Setengah berlari saya menuju Check In Desk Batik Air. Petugas Chek In tampak agak terkejut sewaktu membaca tiket saya.
“Semarang?… Pesawatnya sudah boarding. Coba saya tanya atasan saya dulu.” Mbak petugas Check In Desk Batik Air ini berlari ke sebuah ruangan di sudut terminal. Saya sudah pasrah andai tidak bisa berangkat. Tetapi kemudian, saya melihat Mbak petugas Check In Desk Batik Air ini keluar dari ruangan itu dan mengacungkan selembar kertas yang ternyata adalah Boarding Pass untuk saya.

“Pak, langsung ke Gate No….. (saya lupa). Tolong cepat cepat, Pak. Pesawat sudah mau berangkat.” Katanya sambil berlari dan memberikan Boarding Pass.
Setelah mengucapkan terima kasih, atas bantuannya, saya berlari ke Gate tempat Batik Air akan berangkat. Untunglah disediakan Garbarata, sehingga saya dapat langsung masuk pesawat. Sepertinya saya adalah penumpang terakhir yang masuk pesawat.
Terima kasih kepada petugas Check In Desk Batik Air yang sangat koperatif.

Gatal gatal di Area Terlarang

April 4, 2016

Setiap pergi ke luar kota saya selalu memakai celana dalam sekali pakai (disposable brief). Saya tidak perlu mencucinya. Habis dipakai, terus dibuang, ambil lagi yang baru. Selama ini yang saya pakai adalah disposable brief merk T**. Satu box isinya 7 celana dalam sekali pakai. Dahulu harganya cuma belasan ribu rupiah, tetapi sekarang lebih dari Rp 25 ribu. Mungkin ini barang import, jadi terpengaruh penguatan US Dollar. Karena harganya makin mahal, saya tergoda untuk mencoba memakai merk lain lebih yang harganya lebih murah.

Yang saya rasakan pertama kali setelah memakai, disposable brief yang murah ini agak lebih licin dari yang merk T**. Kemudian, setelah beberapa kali memakainya, saya merasa bagian badan saya yang tertutup disposable brief ini agak lebih berkeringat dari pada waktu memakai yang merk T**. Tetapi karena keringat itu masih bisa saya toleransi, maka saya masih memakai disposable brief yang murah itu. Sampai suatu hari, saya merasa gatal di area terlarang saya. Makin lama, rasa gatal makin bertambah. Godaan untuk menggaruk area terlarang semakin sulit saya bendung. Suatu saat, rasa gatal itu mulai dibarengi rasa agak sedikit pedih. Sepertinya kulit di area terlarang saya terluka kena kuku karena sering digaruk.

Karena saya anggap hanya luka kecil di permukaan kulit, saya mengira luka itu akan segera sembuh sendiri. Tetapi ternyata saya keliru. Beberapa waktu kemudian, saya lihat beberapa bagian di area terlarang saya sering basah, bukan karena keringat, tetapi karena ada cairan yang merembes dari dalam kulit. Rasa gatal juga makin bertambah. Andai bukan di area terlarang, saya akan segera ke dokter. Lokasi penyakit di area terlarang ini membuat saya malu ke dokter. Apalagi, dokter langganan saya seorang perempuan.

Di internet, saya baca beberapa anjuran untuk mengobati penyakit ini. Ada yang tradisional / herbal, ada yang kimiawi, bahkan antibiotik. Akhirnya saya coba saran untuk memakai bedak gatal dan anjuran untuk memakai minyak kayu putih, karena dua barang itu tersedia di rumah saya. Bedak gatal (saya pakai He***yn) memang membantu meredakan gatal. Begitu juga minyak kayu putih. Namun pada waktu pertama memakai minyak kayu putih, area terlarang saya terasa makin gatal, bahkan makin pedih. Untunglah rasa gatal dan pedih itu hanya sebentar dan hanya pada saat pertama. Pada pemakaian minyak kayu putih berikutnya, tidak ada rasa makin gatal dan rasa pedih.

Bedak gatal dan minyak kayu putih berhasil mengurangi rasa gatal, tetapi belum dapat menghentikan cairan yang merembes dari dalam kulit. Kemudian dari internet saya baca ada saran untuk memakai obat jamur kulit dengan nama yang sulit saya ucapkan, apalagi untuk saya ingat : Miconazole. Saya sudah mencatat nama obat ini, dan akan membelinya di apotik. Tetapi sewaktu di sebuah supermarket, saya kebetulan membaca kata “Miconazole” di kotak obat jamur kulit merk D**t***n yang di iklannya sering ada kalimat “Daagg jamur..!”. Oh saya baru tahu bahwa jadi ternyata “Miconazole” adalah nama zat, bukan merk obat. Akhirnya saya membeli obat jamur kulit ini, dan tidak jadi ke apotik.

Pada pemakaian hari pertama, saya tidak merasa ada perubahan. Kulit di area terlarang itu masih basah. Untunglah setelah pemakaian hari kedua saya rasakan area itu menjadi kering. Kemudian permukaan kulit di area bekas jamur itu makin kering, terasa kasar, dan mulai mengelupas. Esok harinya, permukaan kulit yang mengering itu sudah hampir semuanya mengelupas dan rontok, berganti dengan kulit baru.

Pengalaman tidak enak dan memalukan ini mengajarkan saya bahwa :

1) Area terlarang harus dijaga kebersihannya. (Lha, iya lah..! )

2) Bersih saja tidak cukup. Area terlarang harus selalu kering.

3) Celana dalam sekali pakai (disposable brief) tidak sebaik celana dalam biasa dalam menyerap keringat. (Apalagi disposable brief yang murah). Kalau memakai disposable brief, sekarang saya pakai terbalik, bagian lipatan sambungannya menghadap ke luar sehingga tidak bergesekan dengan kulit. (Kulit yang basah mudah terluka).

4) Kuku jari tangan harus rajin dipotong,

5) Tahan dan lawan godaan untuk menggaruk area terlarang. Garukan sangat mungkin membuat luka. Jika terkena jamur/bakteri akan semakin gatal dan bahkan pedih.

6) Jika terlanjur terkena jamur/bakteri, segera obati dengan obat kulit yang mengandung Miconazole.

“Ngeyel” Demi Sepotong Cheeseburger

March 26, 2016

Saya baru saja masuk loby Mal Pondok Indah 1, Minggu, 13 Maret 2016. Ponsel saya bergetar, ada SMS masuk. Isinya : “Buy Combo Cheeseburger Small, Fries and Drink Hanya Rp 25.000,-Net di W****s terdekat.”. Selama persediaan masih ada.Tukarkan SMS ini! Promo lain *606#”  Saya sudah lama tidak makan burger karena saya bukan penggemar fast food. Tetapi karena waktu itu saya belum makan siang, maka saya segera naik ke lantai 2 Mal Pondok Indah 1 menuju restoran cepat saji W****s.

AddTextToPhoto(26-3-2016-2-53-32)_1

Sesampai di W****s, saya antri di depan kasir. Seorang ibu dengan anaknya yang antri di depan saya tampak menunjukkan SMS di ponselnya kepada kasir. Sepertinya ibu ini juga mendapat SMS promosi seperti saya. Tetapi kemudian saya dengar kasir W****s seperti mengatakan bahwa menu yang diinginkan Ibu tersebut tidak ada. Begitu saya melihat Ibu tersebut dengan anaknya pergi tanpa membawa makanan, saya mulai khawatir bahwa ada kemungkinan, saya juga tidak mendapatkan menu promosi yang disebutkan di SMS.

Kepada kasir W****s saya menunjukkan SMS di ponsel saya, dan mengatakan bahwa saya ingin menu tersebut. Kasir W****s mengatakan bahwa menu yang saya maksudkan habis. Saya heran dan mengatakan, SMS ini baru saya terima sepuluh menit yang lalu, dan saya langsung ke sini begitu membaca SMS promosi ini. Kasir W****s menjelaskan bahwa ada semacam kesalahan teknis. Saya tidak puas dengan penjelasannya. Saya katakan, kalau menu itu habis seharusnya SMS itu tidak dikirimkan. Saya katakan juga bahwa saya merasa dibohongi oleh promosi W****s. Kemudian seorang laki laki dengan seragam W****s menghampiri kami. Mungkin dia supervisor atau duty manager W****s. Dia mengatakan bahwa persediaan roti untuk burger sangat terbatas, tetapi dia akan membuatkan untuk saya. Setelah itu dia menyuruh kasir memproses pesanan saya.

Sewaktu menyantap Cheeseburger dan kentang, saya teringat dengan ibu dengan anaknya yang antri di depan saya, yang pergi dengan tangan hampa. Saya menduga ibu tersebut percaya begitu saja dengan alasan kasir W****s mengatakan menu promosi yang di SMS habis. Andaikan ibu tersebut mau sedikit “ngeyel” seperti saya, tentu dia dan anaknya mendapatkan menu yang mereka inginkan.

Jpeg

“ngeyel” itu melelahkan. Semoga kita tidak perlu selalu “ngeyel” untuk membela hak kita sebagai konsumen.

Ada Apa Dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung?

February 6, 2016

Soal Kereta Cepat Jakarta Bandung, semula saya tidak ingin mengambil posisi Pro ataupun Kontra. Saya juga tidak tertarik memberikan comment di media sosial, apalagi menulis posting mengenai Kereta Cepat Jakarta Bandung. Bukankah ini proyek (katanya) Business to Business alias proyek swasta? Jadi biarkan saja. Kalau nanti setelah jadi ternyata bagus dan saya sanggup beli tiketnya, akan saya gunakan untuk pergi Jakarta Bandung pp.. Sebaiknya, kalau ternyata jelek atau tiketnya mahal, saya tidak akan pakai Kereta Cepat. Masih banyak pilihan transportasi lain untuk pergi Jakarta Bandung. Namanya juga punya swasta, kalau laku, yang dapat duit adalah yang punya Kereta Cepat. Kalau tidak laku, yang rugi yang punya Kereta Cepat juga. Jadi buat apa saya repot ikut-ikut Pro ataupun Kontra Kereta Cepat ?
Tetapi kemudian saya berubah pikiran. Hal ini karena saya heran dengan sikap pemerintah, dalam hal ini terutama Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno yang terlalu banyak bicara dan membela Kereta Cepat Jakarta Bandung. Ada sebuah judul berita mengatakan : “Kepada “Selebtweet”, Jokowi Bersikeras Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung“. Judul berita lain : “Jokowi Minta Menteri Rini Jelaskan Kontroversi Kereta Cepat“. Bahkan, ada judul berita “Hari ini, Presiden Groundbreaking Kereta Cepat Jakarta-Bandung“, padahal kabarnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung belum mendapat izin Kementerian Perhubungan. Saya salut dengan keputusan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang tidak menghadiri acara groundbreaking proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, Kamis (21/1/2016) lalu.

Pak Joko Widodo itu Presiden Republik Indonesia. Beliau terlalu mulia kalau “pasang badan” untuk sebuah proyek punya swasta. Tidak pantas juga seorang Presiden meresmikan sebuah proyek yang izinnya belum dikeluarkan Kementerian yang berwenang. Ini sama saja beliau tidak percaya dan tidak menghargai wewenang Menteri Perhubungan.Ibu Rini Soemarno adalah Menteri BUMN, tidak pantas “jadi juru bicara” membela sebuah proyek punya swasta yang namanya Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Semakin kuat pembelaan Presiden, Menteri dan para pejabat negara terhadap Kereta Cepat Jakarta Bandung, semakin wajar dipertanyakan, apakah Kereta Cepat Jakarta Bandung benar-benar Business to Business? Makin kuat persepsi bahwa ada sesuatu yang tidak wajar di proyek ini. Makin kuat juga persepsi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di proyek ini. Sedangkan “perception is more important than reality.”

Jadi, Pak Presiden, Ibu / Bapak Menteri, dan para pejabat negara, berhentilah bicara membela proyek ini. Biarkan Public Relation dan manajemen PT Kereta Cepat Indonesia Cina membela proyek mereka, kalau benar bahwa proyek ini murni Business to Business, kalau benar bahwa tidak ada sesuatu yang tidak wajar di proyek ini, kalau benar bahwa tidak ada sesuatu yang disembunyikan di proyek ini . Benarkah demikian?

Jangan Menzalimi Jessica!

January 30, 2016

kopiTulisan ini bukan untuk membela Jessica, tetapi untuk membela akal sehat kita, dan membela etika kita sebagai masyarakat beradab.

Jessica Kumala Wongso dan Wayan Mirna Salihin menjadi dua nama yang sangat sering muncul di media saat ini. Menurut berita, Mirna tewas setelah minum kopi. Sedangkan Jessica menjadi tersangka pembunuh Mirna. Sabtu, 30/1/16 Jessica resmi diTAHAN. Penangkapan dan peNAHANan Jessica dipimpin oleh Kompol TAHAN Marpaung.
Di facebook, WA, dan media siaran radio hari Sabtu itu saya baca dan dengar tudingan dan hujatan kepada Jessica.

  • Ada yang menulis : “Baguslah di tahan seumur hidup bagusnya”.
  • Yang lain mengatakan “…hrs hukum mati tuh seenaknya bunuh org..berencana pula.”.
  • Ada yang bilang: “…Cengar cengir mulu ni org. Temennya meninggal gk ada sedih2 nya sama sekali….Beda bgt sama temennya yg namanya hani.. Nangis2 pas tau temennya meninggal diracun..”
  • Ada yang mengatakan, Jessica terlibat cinta segi tiga dengan Mirna.
  • Ada yang mengatakan, Jessica lesbian.
  • Ada yang bilang, Jessica psikopat
  • Bahkan ada yang menulis : “Jessica kamu tega! ..Kamu kejam!…. Kamu sadis! … Kamu ditunggu di pintu neraka!”.

Mengapa orang-orang ini begitu gampang menuduh Jessica yang membunuh Mirna? Padahal proses penyidikan masih belum selesai. Mereka bukan hanya menuduh. Mereka telah menghukum Jessica dengan caci maki dan bahkan kutukan. Padahal proses peradilan belum dimulai.
Kasus Sengkon dan Karta adalah satu di antara kasus yang menunjukkan bahwa penegak hukum juga bisa keliru, sehingga menghukum orang yang tidak bersalah. Lalu, dengan hanya mendapat informasi dari media tentang Jessica, mengapa orang-orang ini begitu yakin dan berani menuduh, bahkan menghukum Jessica? .
Kalaupun Jessica bersalah, apa hak kita untuk menghakimi, mencaci maki, ataupun menuding Jessica. Terhadap pencuri yang tertangkap tangan pun kita tidak dibenarkan untuk main hakim sendiri. Kalaupun ternyata Jessica yang membunuh Mirna, Jessica akan berhadapan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Kalaupun lolos dari hukum yang berlaku di Indonesia, Jessica tidak akan lolos dari hukum Tuhan Yang  Maha Adil.
Bagaimana kalau ternyata Jessica tidak bersalah? Tidakkah orang-orang yg menuduh dan menghukum Jessica dengan caci maki itu menyadari, mereka telah memfitnah dan menzalimi Jessica.? Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Waspadalah terhadap do’a orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat.” (HR. Mashabih Assunnah). Bukan bermaksud sok religius. Saya sendiri sadar pengetahuan agama saya tidak terlalu bagus  tetapi saya hanya ingin mengingatkan.

Berhentilah menghakimi dan menzalimi Jessica. Berhentilah menghakimi dan menzalimi siapapun juga. Berhentilah mempercayai dan menelan mentah-mentah apa saja yang kita baca dan dengar. Berhentilah menyebar berita dan opini tanpa memastikan kebenarannya. Berhentilah menganggap diri lebih mulia dari Jessica atau siapapun, bisa saja di depan Tuhan ternyata Jessica atau siapapun itu lebih mulia dari kita

Teror Berbumbu Pariwara

January 21, 2016

Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016, tidak hanya dentuman ledakan bom, letusan senjata, dan korban jiwa serta luka-luka. Tentu Anda semua tahu, teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 memunculkan sosok POLISI GANTENG. Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 juga menjadi iklan atau pariwara gratis untuk beberapa merk sepatu dan tas pria.
ADIDAS Camouflage konon adalah sepatu yang dipakai Kompol Teuku Arsyad saat aksi tembak- tembakan dengan teroris di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Konon harga sepatu ADIDAS Camouflage itu Rp 1.2 juta. Tas sling bag di bahu Kompol Teuku Arsyad konon merk COACH, harganya konon Rp 6 juta. Rekan Kompol Teuku Arsyad saat aksi tembak- tembakan dengan teroris juga tidak kalah modis. Sepatunya konon merk GUCCI, harganya Rp 7.3 juta.

Teror Berbumbu Pariwara 1Pada aksi Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 itu, seorang teroris yang terekam kamera dengan begitu detail, dan konon bernama Afif alias Sunakim, tidak kalah modis dengan Polisi ganteng. Sepatu Afif konon ADIDAS Canadia. Harganya konon Rp 350 ribu. Tidak semahal sepatu yang dipakai Kompol Teuku Arsyad dan rekannya.

Teror Berbumbu Pariwara 2

Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 telah membuat nama Pak Jamal, penjual sate menjadi terkenal. Jadi aksi teror ini adalah iklan atau pariwara gratis untuk Pak Jamal, si penjual sate yang tidak takut teroris.

Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 juga membuat nama Starbuck makin terkenal. Seperti saya tulis di posting yang lalu “ISIS atau Teroris Narsis?”aksi teror ini adalah iklan atau pariwara gratis untuk Starbuck.

Teror Berbumbu Pariwara 3 agusdotcom.wordpress.com

Seng-seng yang menutupi bagian depan gerai Starbucks, Jalan MH Thamrin, Jakarta, mulai dibongkar petugas, Jumat (15/1). Pasca-ledakan, pihak pengelola Menara Cakrawala memagari dengan seng, di sekeliling gedung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 

Karena aksi teror tersebut terjadi di dekat Sarinah, seharusnya teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 juga jadi iklan atau pariwara gratis untuk Sarinah, asalkan BUMN ini mampu menangkap peluang ini. (Saya tidak yakin Sarinah adalah BUMN yang sukses. Satu gerai Sarinah di Mal Pejaten Village selama ini tampak sepi pengunjung, dan belum lama ini gerai itu malah ditutup).

Teror Berbumbu Pariwara 4 agusdotcom.wordpress.com

 

 

Tampaknya Teror di Jalan Thamrin 14 Januari 2016 tidak akan membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Justru sebaliknya, teror Berbumbu Pariwara ini sepertinya akan mendorong tingkat konsumsi dan mendongkrak penjualan sepatu dan tas branded dan Pak Jamal, si penjual sate yang tidak takut teroris dan juga Starbuck, serta (mudah-mudahan) Sarinah.

Bagaimana menurut Anda?

ISIS atau Teroris Narsis?

January 16, 2016

Apabila Anda termasuk yang pernah memposting “#KAMI TIDAK TAKUT”, atau bahkan ikut me”like” atau men”share” foto Pak Jamal, tukang sate, maka Anda tentu menganggap aksi para Teroris yang meledakan bom dan menembak polisi di sekitar Sarinah , Thamrin, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016 tidak berhasil menciptakan ketakutan. Anda mungkin benar dan saya tidak ingin mendebat Anda. Saya hanya ingin mengatakan, para Teroris itu berhasil menciptakan kekhawatiran, dan tentu saja mereka telah berhasil menciptakan panggung untuk menunjukkan eksitensi mereka.
Di blog ini saya pernah menulis “Apa Hebatnya Teroris?“. Di tulisan itu, saya mempertanyakan, apa hebatnya pelaku teror bom selama ini? Apa hebatnya meledakkan cafe, hotel, restoran, tempat ibadah dan emperan kedu taan besar di masa damai dengan cara (konon) bom bunuh diri? Tidak ada apa-apanya dibanding dengan tindakan Moh. Toha yang meledakkan gudang mesiu di Bandung Selatan pada masa perang kemerdekaan. Tidak ada apa-apanya dibanding dengan jibaku pilot-pilot Kamikaze Jepang menabrak kapal perang sekutu di masa perang Pasifik. Pelaku teror di Thamrin itu cuma teroris kelas teri. Lihatlah sasaran atau lokasi teror hanyalah sebuah kedai kopi dan sebuah pos polisi lalu lintas, bukan sebuah obyek vital yang strategis atau gedung kantor pemerintah ataupun instalasi utama pihak militer atau kepolisian.
Apakah pelaku teror di Thamrin itu bagian dari ISIS? Kalau Anda sependapat bahwa mereka bagian dari ISIS, maka aksi teror pada Kamis pagi menjelang siang itu akan jadi titik balik dari ISIS yang selama ini dipersepsikan begitu kuat dan menakutkan. Aksi teror Kamis pagi itu sangat jauh dari gambaran pasukan ISIS yang konon bisa bertempur mengimbangi dan bahkan tidak jarang mengalahkan pasukan pemerintah Suriah dan pemerintah Irak. Aksi teror di Thamrin Kamis pagi itu terkesan sebagai aksi yang  tidak efektif, tidak efisien dan seperti tanpa rencana matang.
Aksi teror di Thamrin itu, saya katakan tidak efektif. Lihat saja, dimana bom pertama meledak? Bukan di dalam Starbuck Coffee, tetapi di halamannya. Bom itu tidak menyebabkan kerusakan berarti di pihak Starbuck Coffee maupun menimbulkan jumlah korban yang berarti pada pengunjung Starbuck Coffee . Aksi teror ini justru membuat nama Starbuck Coffee makin terkenal. Jadi aksi teror di Thamrin itu adalah iklan gratis untuk Starbuck Coffee.
Kemudian lihat dimana bom ke dua meledak? Ledakan ke dua (konon granat) meledak di pos polisi lalu lintas. Hanya sebuah pos di pinggir jalan, bukan sebuah instalasi utama pihak militer atau kepolisian, semacam kantor Mabes Polri, Polda, PolRes, ataupun  Polsek.

Aksi Moh. Toha meledakkan gudang mesiu di masa perang kemerdekaan adalah sangat efektif, demikian juga aksi jibaku pilot-pilot Kamikaze Jepang menabrak kapal-kapal perang sekutu di masa perang Pasifik, karena sasarannya adalah elemen penting sistem senjata musuh. Sedangkan teroris di Thamrin Kamis pagi itu hanya menyasar kedai kopi dan pos polisi.

 Kalau para teroris itu dendam dengan Densus 88, mereka telah salah sasaran menyalurkan dendam kepada Polisi Lalu Lintas. Apakah para teroris itu tidak tahu, tugas polisi lalu lintas adalah mengatur dan menjaga ketertiban lalulintas?  Polisi lalu lintas tidak ditugaskan menghadapi pelaku kriminal apalagi teroris. Aksi teror itu malah menciptakan sosok  idola POLISI GANTENG, bukan TERORIS GANTENG.
Aksi teror di Thamrin itu, juga tidak efisien. Semua pelaku teror tewas, padahal  efek kerusakan dan jumlah korban yang ditimbulkannya tidak seberapa.  Jumlah korban di pihak pelaku teror lebih banyak dari pada jumlah korban di pihak sasaran. Teroris ini seperti tidak pernah tahu prinsip ekonomi. Pahlawan kemerdekaan Moh. Toha yang melakukan aksi peledakan gudang mesiu Belanda telah melakukannya dengan sangat efisien.

Para pelaku teror seperti tidak mempersiapkan “escape strategy”. Bahkan sepertinya para teroris itu tidak memperhitungkan  waktu pelaksanaan teror. Andai teror dilakukan pada malam hari, bukankah para teroris itu akan lebih mudah untuk meloloskan diri setelah beraksi? Disamping itu, pada malam hari pengunjung Starbuck Coffee biasanya lebih banyak, sehingga korban teror juga lebih banyak.
Jadi apakah Anda masih menganggap ISIS yang melakukan teror Sarinah , Thamrin, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016 ? Apalagi konon ada pengakuan pihak ISIS bertanggung jawab atas aksi teror itu. Saya tidak ingin mendebat Anda. Saya hanya ingin mengatakan, Aksi teror di Thamrin itu terlalu amatir. Pelaku teror di Thamrin itu cuma teroris kelas teri. Aksi teror di Thamrin itu juga terlalu narsistik. Ini tampak pada pilihan waktunya, yaitu siang hari, sehingga media dapat meliput dengan begitu detail. Kalau benar teror itu dilakukan oleh ISIS, maka ISIS tidaklah sehebat dan semenakutkan seperti yang diberitakan di media selama ini. Kalau benar teror itu dilakukan oleh ISIS, maka ISIS hanyalah teroris amatir, kelas teri dan narsis. Aneh sekali kalau ternyata benar bahwa ISIS tidak malu mengakui aksi amatiran ini sebagai tindakan mereka.
Bagaimana menurut Anda?